Seberapa umum babi dalam makanan kemasan Korea? Kami memeriksa 2.006 label
K-Food Label · Diperbarui 31 Okt 2026


Kami menghitung kandungan babi dalam data label resmi Korea untuk 2.006 makanan kemasan yang mencantumkan komposisi sekaligus alergen. Sebanyak 611 di antaranya (30%) mencantumkan babi. Sebanyak 790 lainnya (39%) tidak mengandung babi, tetapi diproduksi di fasilitas yang juga mengolah babi.
Makanan siap santap paling sulit
Kotak bekal dosirak, gimbap segitiga, dan sandwich adalah tempat babi paling sering ditemukan: 407 dari 710 produk siap santap (57%) mencantumkannya. Ham, sosis, atau bacon muncul dalam 265 daftar komposisi. Camilan dan saus justru sebaliknya: sedikit yang mencantumkan babi sebagai bahan, tetapi banyak yang memuat peringatan fasilitas bersama.
Di mana babi tersembunyi pada label Korea
Babi tidak selalu ditulis sebagai 돼지고기. Waspadai 돈육 (daging babi), 돈골 (tulang babi), 돈지 (lemak babi), 삼겹 (samcan/perut babi, meskipun 우삼겹 adalah daging sapi), 햄 (ham), 소시지 (sosis), 베이컨 (bacon), dan 젤라틴 (gelatin, yang sering dibuat dari babi). Gelatin muncul dalam 35 produk dalam data.
Jangan hanya mengandalkan baris alergen
Aturan pelabelan Korea mewajibkan babi dicantumkan sebagai alergen, dan hampir semua label melakukannya. Namun, dalam data terdapat 5 produk yang mencantumkan bahan dari babi tanpa menyebut babi di baris alergen. Karena itu, pemeriksaan kami membaca daftar alergen sekaligus daftar komposisi lengkap.
Tanpa babi tidak sama dengan halal
Produk tanpa babi sering mengandung daging sapi atau ayam dari sumber yang tidak bersertifikat halal, dan data Food QR tidak mencatat sertifikasi halal. Jika Anda memerlukan makanan halal, carilah logo halal resmi pada kemasan.
Angka dihitung dari data label Food QR yang diterbitkan Kementerian Keamanan Pangan dan Obat Korea dan diperbarui setiap minggu. Produk tanpa data alergen (460) tidak disertakan.